Refleksi
Sebuah refleksi hidup……yang kurasa rumit, berliku, dan terlalu sesak untuk dibahas. Berawal dari sebuah ketidaksengajaan dan hanya sebuah kebetulan, bertemu dengan seseorang yang benar benar membuatku membuka mata dan hati, sehingga aku jatuh cinta untuk mendalami ilmuNya walau dengan tertatih mencoba untuk bangkit dari sebuah keterpurukan dan kejahilan masa lalu.
Ya…..hanya kenangan……………
Perubahan yang membuat aku lebih comfort dengan diriku sekarang. Suatu hari teringat pesan temanku” hidup adalah pilihan dan kadang menjadi orang yang baik harus dipaksakan”……entah kemana diasekarang…dan kata itu melekat dan sering kuberikan sebagai petuah setiap kali bertemu adik2ku yang begitu bangga bisa tampil seksi
Dan ketika semester tiga memutuskan jilbaban yang tidak sepenuhnya dari hati…aku mulai uring2an karena rasanya kok gak aku banget..!!!..…tapi ini adalah pilihan dan aku harus konsisten !!!….tapi yah dasar anak muda godaan yang bejibun membuatku berani untuk mencoba…buka jilbab untuk sehari saja plisss dehh…..!!!!
Dan alhasil kutelp semua temen dekat sambil bilang…..”lu harus dukung gw yah …ari ini gw mau netapin sehari tanpa jilbab…..jadi jangan kaget lu.”
Wah asik semuanya dukung oiiiii
Pas mo keluar…. yang pastinya udah siap2 hangeout bareng sohib plus tanpa kerudung tentunya…..wah serasa menemukan kebebasan tanpa batas …Tapi dibalik euphoria itu ada satu hal yang membuatku takut….bukannya takut pada Allah …aku malah begitu takut jika nanti ketemu murobbiku…..wah gak sanggup aku ketemu makhluk tuhan yang satu itu
Dengan bismilah aku naek motor bareng temenku yang sekarang lagi studi dijogja…ketempat fav kami….ehhh sampai dibundaran untan…………wah gawat itu….. itu…… itukan mbak XX ,…..murobiku!
Alamak mati aku…..wah udah terbayang deh nilai mkul agamaku pasti D atau minimal C,,karena mentoring adalah kegiatan yang wajib diikuti dan masuk pada mkul agama islam
Mata itu terus menatapku…..heran bercampur kecewa n sedih kali yah..
Seseorang berpenampilan sederhana yang sangat jauh dari kesan modis…tersenyum hambar dan dengan isyaratnya aku tau ia memanggilku, aku menghampirinya tentunya dengan malu, kesal, campur aduk deh….…dan ia bertanya kenapa dik?lha balik nanya
Aku….. yah…. aku mau jadi diriku sendiri…pliss kak aku gak ingin hidupku terkungkung dengan itu…sebuah pembunuhan karakter dan kreatifitas tentunya sambil menunjuk jilbabnya yang panjangnya kyak taplak meja.. …aduh jangan sampai aku seperti itu deh pikirku waktu itu. Namun sekarang aku suka geli mengingat kejadian itu sambil bilang pada diri..dasar primitif hehehe

penting gak penting yang penting ngisi